Saham BBCA: Sejarah Perjalanan BCA sejak 1955 sampai 2022

Saham BBCA

VINANSIA.COM — Saham BBCA adalah salah satu saham terbaik dan terfavorit bagi banyak kalangan, baik investor senior maupun investor yang masih pemula. Hal ini karena saham BBCA memiliki fundamental yang kuat dan manajemen yang terbukti dalam kurun waktu yang sangat lama.

Tak kenal maka tak sayang. Maka sebagai investor saham, sudah sepatutnya kamu mengetahui bagaimana sejarah berdirinya perusahaan BCA yang memiliki kode emite yaitu BBCA.

Riwayat perjalanan Bank BCA sangat panjang. Pendiriannya tercatat dimulai sejak tahun 1955, dan sempat mengalami kondisi terseok-seok pada krisis moneter tahun 1998. Namun berhasil bangkit lagi.

Saham BBCA dan Perjalanan BCA sejak 1955 sampai 2022

Perusahaan perbankan sekelas BCA telah melewati berbagai hal dalam perjalanan sejarahnya. Perjalanannya penuh lika liku, sehingga menjelma menjadi perusahaan perbankan besar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Berikut ini daftar riwayat sejarah berdirinya BCA (BBCA) sejak mulai berdiri hingga sekarang.

1955

NV Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory berdiri sebagai cikal bakal Bank Central Asia (BCA).

1957

BCA mulai beroperasi pada 21 Februari 1957 dan berkantor pusat di Jakarta.

1970an

Efektif pada 2 September 1975, nama Bank diubah menjadi PT Bank Central Asia (BCA)
BCA memperkuat jaringan layanan cabang. Pada tahun 1977 BCA berkembang menjadi Bank Devisa.

1980an

BCA memperluas jaringan kantor cabang secara agresif sejalan dengan deregulasi sektor perbankan di Indonesia. BCA mengembangkan berbagai produk dan layanan maupun pengembangan teknologi informasi, dengan menerapkan online system untuk jaringan kantor cabang, dan meluncurkan Tabungan Hari Depan (Tahapan) BCA.

1990an

BCA mengembangkan alternatif jaringan layanan melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine). Pada tahun 1991, BCA mulai menempatkan 50 unit ATM di berbagai tempat di Jakarta.

Pengembangan jaringan dan fitur ATM dilakukan secara intensif. BCA bekerja sama dengan institusi terkemuka, antara lain PT Telkom untuk pembayaran tagihan telepon melalui ATM BCA. BCA juga bekerja sama dengan Citibank agar nasabah BCA pemegang kartu kredit Citibank dapat melakukan pembayaran tagihan melalui ATM BCA.

1997-1998

Indonesia mengalami krisis moneter. BCA mengalami bank rush. Pada tahun 1998 BCA menjadi Bank Take Over (BTO) dan disertakan dalam program rekapitalisasi dan restrukturisasi yang dilaksanakan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), suatu institusi Pemerintah.

1999

Proses rekapitalisasi BCA selesai, dimana Pemerintah Indonesia melalui BPPN menguasai 92,8% saham BCA sebagai hasil pertukaran dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Dalam proses rekapitalisasi tersebut, kredit pihak terkait dipertukarkan dengan Obligasi Pemerintah.

2007

BCA menjadi pelopor dalam menawarkan produk kredit kepemilikan rumah dengan suku bunga tetap. BCA meluncurkan kartu prabayar, Flazz Card serta mulai menawarkan layanan Weekend Banking untuk terus membangun keunggulan di bidang perbankan transaksi.

2008-2009

BCA secara proaktif mengelola penyaluran kredit dan posisi likuiditas di tengah gejolak krisis global, sekaligus tetap memperkuat kompetensi utama sebagai bank transaksi.

BCA telah menyelesaikan pembangunan mirroring IT system guna memperkuat kelangsungan usaha dan meminimalisasi risiko operasional. BCA membuka layanan Solitaire bagi nasabah high net-worth individual.

2010-2013

BCA memasuki lini bisnis baru yaitu perbankan Syariah, pembiayaan sepeda motor, asuransi umum dan sekuritas. Di tahun 2013, BCA menambah kepemilikan efektif dari 25% menjadi 100% pada perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Umum BCA (sebelumnya bernama PT Central Sejahtera Insurance dan dikenal juga sebagai BCA Insurance).

BCA memperkuat bisnis perbankan transaksi melalui pengembangan produk dan layanan yang inovatif di antaranya aplikasi mobile banking untuk Smartphone terkini, layanan penyelesaian pembayaran melalui e-commerce, dan mengembangkan konsep baru Electronic Banking Center yang melengkapi ATM Center dengan tambahan fitur-fitur yang didukung teknologi terkini.

Guna meningkatkan keandalan layanan perbankannya, BCA telah menyelesaikan pembangunan Disaster Recovery Center (DRC) di Surabaya yang berfungsi sebagai disaster recovery backup data center yang terintegrasi dengan dua mirroring data center. DRC yang baru menggantikan DRC yang sebelumnya berlokasi di Singapura.

2014-2016

BCA mengembangkan ‘myBCA’, suatu gerai layanan perbankan digital yang dapat digunakan secara mandiri (self service); melanjutkan pengembangan jaringan ATM berbasis Cash Recycling Machine; dan meluncurkan produk Sakuku’, e-wallet berbasis aplikasi.

Untuk segmen nasabah institusi, BCA menyempurnakan layanan cash management BCA melalui internet banking platform, ‘KlikBCA Integrated Business Solution’. Layanan ini memiliki fitur-fitur yang diperlukan oleh nasabah pebisnis.

Pada Januari 2014, BCA menyelesaikan pembelian saham PT Central Santosa Finance (CS Finance). suatu perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan sepeda motor, sehingga kepemilikan saham BCA terhadap CS Finance secara efektif meningkat dari 25% menjadi 70%.

Di samping itu, BCA memperoleh izin untuk memberikan layanan asuransi jiwa melalui PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life). Selama Juli 2016 sampai dengan Maret 2017, BCA turut berpartisipasi dalam menyukseskan program tax amnesty dengan menjalankan. perannya sebagai bank persepsi dan bank gateway.

2017-2018

Di bidang e-commerce dan cashless payment settlement, BCA membangun kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan fintech atau e-commerce melalui Application Programming Interface (API) platform yang memfasilitasi konektivitas antara sistem perusahaan-perusahaan tersebut dengan sistem perbankan transaksi BCA.

2019-2020

BCA mengakuisisi 100% kepemilikan efektif di Bank Royal dan mengganti nama Bank Royal menjadi Bank Digital BCA. Bank menyelesaikan 100% akuisisi saham (langsung dan tidak langsung) PT Bank Interim Indonesia (Eks. PT Bank Rabobank International Indonesia) dan kemudian menggabungkan Rabobank dengan BCA Syariah.

BCA mengadopsi cara kerja baru dalam menyikapi COVID-19, dengan menjalankan split operations, work from home, dan physical distancing di tempat kerja untuk mencegah penyebaran virus dan memelihara keberlanjutan.

BCA memperkuat platform digital dan kanal elektroniknya, dengan meluncurkan beberapa produk dan layanan digital, seperti QR Code, Welma, Flazz 2.0. API BCA, pembukaan rekening secara online melalui BCA mobile dan fitur Lifestyle pada BCA mobile.

Entitas anak juga terus mengembangkan berbagai inisiatif digital seperti virtual showroom dan mobile apps untuk mendukung interaksi dan penyediaan informasi bagi nasabah.

Bank melanjutkan penerapan model bisnis Future Branch dan model layanan terkini dalam upaya melayani kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

2021

BCA senantiasa memperkuat franchise perbankan transaksi dengan mengembangkan layanan digital untuk mendukung customer experience yang lebih baik. Otomasi dan peremajaan infrastruktur teknologi informasi terus dilakukan. Cybersecurity terus menjadi perhatian sejalan dengan meningkatnya transaksi digital.

BCA meluncurkan aplikasi myBCA, digital platform yang memungkinkan nasabah melakukan beragam transaksi perbankan melalui smartphone ataupun melalui website di desktop secara seamless user experience.

2022

BCA terus mengembangkan super apps myBCA untuk memperkuat transaksi digital dan menghadirkan customer experience yang holistik melalui omni- channel. BCA telah meningkatkan keamanan pada myBCA melalui fitur biometrics, menambahkan fitur instant top up KPR, dan mengintegrasikan aplikasi WELMA ke myBCA.

Dalam upaya mengedukasi nasabah mengenai pengelolaan keuangan, investasi dan proteksi, BCA menyelenggarakan BCA Wealth Summit. Selain itu, BCA juga terus menggarap nasabah muda dalam komunitas BCA Young Community (BYC) dengan meluncurkan aplikasi BYC.

Mendukung inisiatif kolaboratif regulator dalam membangun konektivitas pembayaran di ASEAN, BCA turut menyediakan layanan QRIS cross border di BCA mobile yang telah dapat digunakan di negara Thailand.

BCA juga memperkuat infrastruktur perkreditan melalui pengembangan sumber daya manusia, berbagai otomasi, maupun penyesuaian prosedur perkreditan.

Sejalan dengan komitmen BCA untuk pembangunan berkelanjutan, Green Building Wisma BCA Foresta memperoleh sertifikasi Greenship Platinum dan telah dilengkapi dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU).

BCA menambah penyertaan modal pada entitas anak BCA Life sebesar Rp67,5 miliar sehingga total modal disetor BCA Life menjadi Rp635 miliar untuk memperkuat modal dan mengembangkan bisnis. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *