Prospek Saham Vale (INCO)

Pekan lalu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akhirnya secara resmi memulai proyek pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan smelter nikel di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Ini tentu menjadi kabar baik. Sebab proyek tersebut bersama dengan proyek pabrik high pressure acid leaching (HPAL) di Pomala, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara akan jadi andalan INCO untuk meningkatkan pendapatan di masa depan.

Untuk proyek HPAL di Pomala sendiri, INCO sudah melakukan groundbreaking pada November tahun lalu. Dan kedua proyek tersebut ditargetkan bakal rampung pada tahun 2025.

Sebenarnya masih ada satu lagi proyek INCO yang dinanti pembangunannya yaitu proyek HPAL di Sorowako, Sulawesi Selatan. Kabar terakhir, manajemen INCO akan memulai pembangunannya pada tahun ini. Tapi belum jelas detail waktunya.

Analisa Saham VALE (INCO)

Sejauh ini pendapatan INCO hanya mengandalkan tambang di Sorowoko sebagai satu satunya sumber pendapatan perusahaan. Di sana INCO memproduksi nikel matte.

Hasil produksi nikel matte ini diekspor ke Jepang dan sudah jelas pembelinya: Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining (SMM) yang merupakan pemegang saham INCO.

Sebagai informasi nikel matte ini adalah produk antara untuk kemudian diproses kembali menjadi nikel sulfat. Nah, nikel sulfat inilah yang nantinya digunakan untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

Prospek Saham INCO

Sebagai emiten tambang, tinggi rendahnya pendapatan INCO tergantung pada dua hal: harga nikel dan jumlah produksi nikel.

Harga nikel sendiri saat ini diperdagangkan di harga US$26.268 per metrik ton. Sepanjang tahun lalu, harga nikel sempat mencatatkan rekor harga tertinggi akibat turunnya pasokan nikel karena konflik Rusia dan Ukraina. Kemudian harganya berangsur turun seiring dengan mulai meningkatnya pasokan nikel di pasar global.

Sumber: Trading Economics

Ke depan harga nikel terlihat masih rawan koreksi akibat kondisi pasokan yang masih berlebih. Pada tahun ini saja beberapa perusahaan nikel di Indonesia menaikan target produksi nikelnya.

INCO sendiri menaikan produksi nikel matte nya menjadi 70.000 metrik ton dari tahun lalu yang hanya memproduksi sebesar 60.090 metrik ton.

Sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan produksi nikel dalam feronikel (TNi) naik 12% dari produksi tahun sebelumnya sebesar 24.334 TNi.

Kemungkinan besar, beberapa perusahaan nikel lain pun akan melakukan hal serupa dengan menaikan produksi nikelnya.

Adapun dari sisi demand sejatinya masih akan tetap tumbuh terutama untuk produk nikel dengan pangsa pasar baterai kendaraan listrik.

SNE Research, sebuah lembaga riset baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan melaporkan bahwa sepanjang tahun 2022, penggunaan baterai kendaraan listrik mencapai 517,9 gigawatt per hour (GWh), melonjak 71,8 persen di banding tahun sebelumnya.

Pada tahun 2023, SNE Research memprediksi penggunaan baterai kendaraan listrik akan kembali melonjak sebesar 749 GWh.

Meski demikian sepertinya melonjaknya pertumbuhan penggunaan baterai kendaraan listrik, tetap belum bisa membantu meningkatkan harga nikel.

Kemungkinan besar pasar nikel masih akan terjadi kelebihan pasokan. Sehingga harga cenderung akan terkoreksi. Meski koreksinya kemungkinan besar tidak akan turun di bawah level US$20.000 per metrik ton.

Lalu bagaimana dengan saham INCO? Harga INCO tahun ini sedang menghadapi tren penurunan setelah pada tahun lalu meningkat tajam terutama di kuartal I 2022 imbas meroketnya harga nikel.

Sumber: RTI Business

Vinansia melihat lebih baik wait and see dulu jika ingin masuk ke saham INCO. Karena terlihat pelaku pasar saat ini sedang jenuh terhadap saham nikel. Rata rata saham produsen nikel trendnya sedang menurun sejak awal tahun.

Namun vinansia melihat untuk outlook jangka panjang, INCO punya prospek yang sangat bagus karena punya proyek yang menjanjikan pada masa depan.

Hanya saja, progres pembangunan proyek proyek tersebut perlu untuk selalu dipantu perkembangannya. Jika progres pembangunannya bagus tidak ada salahnya untuk mulai mencicil sahamnya untuk tabungan jangka panjang kalian. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *