Profil ‘Pluang’, Startup yang Tawarkan Produk Investasi Minimal Rp 10 ribu

Pluang. (foto via youngster.id)
Pluang. (foto via youngster.id)

Pluang, perusahaan rintisan atau startup yang bergerak di bidang teknologi finansial, mengumumkan telah mendapatkan pendanaan Pra-Seri B sebesar 20 juta dolar AS. Konsorsium pendanaan tersebut dipimpin oleh Openspace Ventures bersama dengan investor yang terlibat di pendanaan sebelumnya, termasuk Go-Ventures.

Pluang akan menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan dan meluncurkan produk finansial baru yang unik dan akan menjadi ciri khas dari Pluang. Sehingga, pengguna bisa menabung dan berinvestasi di aset yang beragam di aplikasi Pluang.

Saat ini, Pluang menyediakan akses investasi emas, indeks saham Amerika Serikat, dan aset kripto. Pengguna aplikasi Pluang bisa memantau pergerakan nilai investasi, bertransaksi, mengisi saldo top-up, atau menarik dana kapan pun dan di mana pun hanya dengan login ke aplikasi Pluang.

BACA JUGA: 7 Cara Jitu Berinvestasi Supaya Raih Keuntungan Berlipat

Di samping itu, Pluang juga memiliki angka minimum investasi yang rendah, yakni mulai dari Rp 10 ribu. Hal ini ditujukan agar pengguna bisa berinvestasi dengan mudah dan tanpa hambatan.

Salah satu fokus pengembangan produk Pluang saat ini adalah memanfaatkan obligasi pemerintah sebagai sarana menabung sekaligus berinvestasi masyarakat.

Dalam hal ini, Pluang berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mengatasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kian melebar demi menanggulangi pandemi Covid-19.

Di samping itu, Pluang juga akan mengembangkan fitur-fitur otomatisasi di aplikasi Pluang. Pembaruan ini akan membantu pengguna dalam menjadikan menabung sebagai rutinitas sehari-hari.

“Kami berencana untuk memperluas cakupan produk kami di 2021 dengan berfokus pada produk-produk baru. Sehingga, pengguna kami dapat mengakses beragam aset investasi secara mudah dan nyaman,” ujar Founder Pluang, Claudia Kolonas, dalam siaran pers yang diterima.

Claudia mengatakan, sebelumnya aset-aset investasi tersebut hanya tersedia bagi kalangan yang mampu. Namun, kami percaya bahwa setiap orang seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan nilai tabungannya. Oleh karenanya, produk-produk baru ini nantinya akan mengakomodasi tujuan tersebut.

Selain pengembangan produk baru, Pluang juga akan memanfaatkan pendanaan baru ini untuk memperluas penawaran produk di mitra-mitra bisnis Pluang saat ini dan mitra bisnis baru di masa mendatang.

Mengingat rendahnya literasi keuangan di Indonesia saat ini, Pluang percaya bahwa upaya bersama dibutuhkan untuk meningkatkan hal tersebut. Maka dari itu, kerja sama dengan mitra-mitra bisnis Pluang sangat penting demi meningkatkan kesadaran finansial di Indonesia.

Terlebih, mitra-mitra bisnis Pluang saat ini pun memiliki basis pengguna yang cukup besar. Saat ini, Pluang sudah terpilih untuk menyediakan fitur mini-apps di dalam aplikasi seperti Gojek, DANA, dan Bukalapak.

“Pertama, kami adalah perusahaan jasa keuangan. Dan kedua, kami adalah perusahaan teknologi. Kami akan bergandengan tangan dengan beberapa perusahaan jasa keuangan lainnya untuk menciptakan inovasi produk jasa keuangan demi kepuasan konsumen,” kata Claudia menambahkan.

Sebelumnya, Pluang sudah mendapatkan pendanaan Seri A sebesar 3 juta dolar AS yang terealisasi pada Maret 2019. Hasilnya, Pluang berhasil mendapatkan tambahan 1 juta pengguna baru dan terus menunjukkan pertumbuhan pengguna secara bulanan (month-on-month) yang kuat.

Di samping itu, Pluang juga berhasil membukukan biaya akuisisi pengguna (Customer Acquisition Cost/CAC) yang efisien. Prestasi ini mencerminkan bahwa Pluang mampu menjadi pemain unggul di sektor keuangan.

Pencapaian ini berakar dari kemampuan Pluang untuk menciptakan produk sendiri alih-alih menjadi agen distribusi bagi produk-produk yang sudah ada di pasaran.

“Pluang berhasil menunjukkan pertumbuhan bisnis yang luar biasa dalam 12 bulan terakhir. Kami sangat antusias untuk mendukung Pluang, seiring ambisi perusahaan untuk terus memfasilitasi masyarakat Indonesia untuk menabung,” ujar Founding Partner Openspace Ventures, Shance Chesson.

“Sebagai sebuah bangsa, Indonesia baru berada di titik awal dalam mengenal kegiatan menabung, berinvestasi, dan mengembangkan nilai kekayaannya. Pluang sedang membuka jalan yang luar biasa dalam mengedukasi dan mengakomodasi pengguna untuk terus menabung,” jelas Partner Go-Ventures, Aditya Kamath.

Pluang adalah sebuah perusahaan finansial teknologi, yang menyediakan akses mudah bagi pengguna ke produk-produk tabungan dan investasi ritel skala mikro di Indonesia. Pluang didirikan oleh Claudia Kolonas dan Richard Chua, saat keduanya menempuh pendidikan di Harvard Business School.

Pluang memiliki visi tak hanya untuk mendobrak batas dari sisi teknologi, namun juga dari sisi inovasi produk. Visi tersebut memiliki tujuan akhir: Membantu meningkatkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia.

Berlisensi Bappebti

Pluang terafiliasi dengan PT PG Berjangka yang telah berlisensi Bappebti. Startup ini memastikan semua transaksi finansial yang kamu lakukan di Pluang 100% aman.

Dilansir dari laman resminya, Pluang oleh PG Berjangka memiliki izin Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Luar Negeri (PALN) oleh Bappebti. PALN adalah kegiatan penawaran kontrak dan menyalurkan Amanat Nasabah untuk kontrak tersebut dengan menggunakan sistem yang disediakan oleh bursa.

Transaksi kalian di Pluang juga tercatat di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN) sehingga dana nasabah selalu aman, karena secara aturan harus selalu berada pada rekening terpisah dan langsung diteruskan kepada Kliring Berjangka Indonesia.

Pluang meneruskan dana tersebut pada rekening terpisah Prime Broker Pluang di Amerika yaitu Straits Financial, pialang yang merupakan anggota di Chicago Mercantile Exchange.

Awal-Mula Startup Pluang

Kisah Pluang dimulai pada tahun 2015 di Harvard Business School, tempat Claudia dan Richard bertemu sebagai teman sekelas. Mereka berbagi ketertarikan dalam dunia investasi, teknologi, dan kewirausahaan.

Selama masa studi mereka, Claudia dan Richard menyadari bahwa sementara orang Amerika memiliki peluang yang tak terbatas untuk menciptakan kekayaan, dengan akses ke berbagai aset keuangan dunia dan dengan biaya yang sangat rendah, orang Indonesia tidak memiliki peluang yang sama.

Kurang dari 0,2% dari 250 juta populasi di Indonesia yang berinvestasi. Dengan biaya mahal, dan kelas aset terbatas.

Claudia dan Richard akhirnya melihat hal tersebut sebagai peluang untuk memberdayakan generasi milenial di Indonesia, untuk menciptakan kekayaan melalui investasi. Dua tahun setelah lulus, Claudia dan Richard memulai Pluang.

[]

Leave a Comment