Pengertian Reksadana Beserta Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian Reksadana

Reksadana adalah produk keuangan di mana kita sebagai individu dan ribuan orang lain (para investor) mengumpulkan dana kita menjadi satu, lalu diserahkan ke pihak lain, dalam hal ini adalah perusahaan yang menjadi manajer investasi untuk diinvestasikan ke instrumen keuangan lain misalnya ke pasar saham obligasi dan pasar uang.

Jadi, reksadana pada prinsipnya adalah kumpulan dana yang kemudian dikelola oleh pihak lain, ke berbagai jenis instrumen keuangan.

baca juga: 20 Hal Terpenting tentang Reksadana yang Wajib Diketahui

Jenis-Jenis Reksadana

Reksadana itu memiliki beragam jenis. Jenis reksadana yang kita pilih, menentukan ke mana uang kita akan diinvestasikan. Di Indonesia sendiri ada empat jenis reksadana.

1. Reksadana Pasar Uang

Pertama adalah reksadana pasar uang. Kalau kita memilih reksadana jenis ini maka uang kita akan diinvestasikan ke deposito dan sertifikat bank Indoensia. Reksadana ini dinamakan pasar uang karena dana yang dikelola oleh manajer investasi itu diinvestasikan di produk investasi yang punya risiko paling rendah.

Misalnya seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu deposito, Sertifikat Bank Indonesia, dan surat utang yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Kedua, adalah reksadana pendapatan tetap. Pada jenis ini, sebagian besar uang kita akan dimasukkan ke obligasi atau surat utang. Reksadana ini disebut sebagai pendapatan tetap karena dana yang kelola oleh manajer investasi itu mayoritas diinvestasikan di surat utang.

Surat utang ini bisa di surat utang negara atau surat utang perusahaan. Lalu timbul pertanyaan, kalau reksadana pasar uang juga dananya diinvestasikan di surat utang.

Terus apa bedanya? Yang membedakan antara reksadana pasar uang dan pendapatan tetap itu di waktu jatuh temponya.

Untuk reksadana pendapatan tetap dana yang diinvestasikan ke surat utang itu masa jatuh temponya lebih dari 1 tahun. Kalau pasar uang seperti yang sudah dijelaskan di atas itu masa jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

3. Reksadana Saham

Ketiga, adalah reksadana saham, di mana uang kita 80% ke atas maka akan dibelikan saham. Reksadana saham berarti reksadana yang dananya dialokasikan ke saham. Reksadana ini mengandung risiko paling tinggi dibandingkan dua reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang.

Karena seperti kalian tahu, harga saham itu sangat fluktuatif. Meski demikian, reksadana ini juga bisa mendatangkan kuntungan yang paling besar. Sesuai dengan kaidah high risk, high return. Kalau kondisi pasar saham lagi bagus, reksadana ini akan mendatangkan keuntungan sangat besar.

4. Reksadana Campuran

Keempat, adalah reksadana campuran. Di reksadana jenis ini, uang kita bisa masuk ke obligasi, deposito, ataupun saham. Reksadana ini adalah kombinasi antara reksadana saham dan pendapatan tetap. Di mana dananya diinvestasikan di saham dan surat utang.

Reksadana ini cocok bagi kalian yang merasa kurang puas dengan keuntungan di reksadana pendapatan tetap tapi takut dengan risiko yang ada di saham.

Leave a Comment