Lebih dari 50% Investor Pasar Modal adalah Milenial dan Generasi Z di Bawah 30 tahun

Ada lebih dari 50% investor pasar modal adalah milenial dan generasi Z di bawah usia 30 tahun. Dua kalangan tersebut mendominasi kenaikan jumlah investor di pasar modal sejak awal 2021.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen mengatakan, dari sisi permintaan, jumlah investor di pasar modal sekarang ini mencapai 6 juta lebih berdasarkan data Single Investor Identification (SID). Angka tersebut menunjukkan adanya penambahan sebanyak 56,95% sejak awal 2021.

“Naiknya jumlah investor didominasi oleh kaum milenial dan generasi Z yang berumur di bawah 30 tahun yang tercatat mencapai kurang lebih 58,5% dari total investor,” kata dia.

Diketahui pula, bahwa jumlah investor yang khusus untuk instrumen saham sudah mencapai 2,5 juta SID.

Dari sisi suplai, OJK mencatat telah mengeluarkan surat pernyataan efektif atas pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum untuk 124 emisi.

Total nilai hasil penawaran umum mencapai Rp 255 triliun lebih. Sebanyak 38 di antaranya adalah emiten baru. Penambahan jumlah emiten baru ini juga masih yang tertinggi di ASEAN.

Data peningkatan jumlah investor muda juga dilaporkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Menurut KSEI, jumlah investor meningkat signifikan. KSEI mencatat, total jumlah investor di pasar modal Indonesia sudah mencapai 5,89 juta investor hingga 6 Agustus 2021.

Angka tersebut tumbuh lebih dari 4 kali lipat dari 2017 dan data terbaru itu didominasi oleh investor individu lokal sebesar 99 persen.

Dari data itu juga, dapat diketahui, bahwa generasi milenial dan generasi Z merupakan investor yang mendominasi di pasar modal sebesar 80 persen. Tren yang sama juga terlihat pada jumlah investor yang bertransaksi saham yang mengalami peningkatan hampir 200 ribu investor secara harian.

Di masa pandemi Covid-19, investor ritel domestik mendominasi transaksi harian yang dilakukan di bursa saham. Ini terjadi berkat dukungan infrastruktur teknologi yang semakin meningkat.

Kenaikan ini didukung infrastruktur teknologi dan simplifikasi pembukaan rekening serta lebih dari 60 persen investor yang memiliki rekening di agen penjual fintech.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri mampu menguat sepanjang tahun berjalan 2021. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat kenaikan sebesar 2,5 persen pada 2021.

Salah satu faktor utama meningkatnya kinerja IHSG dikarenakan optimisme pasar untuk menghadapi pandemi Covid-19. Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, sepanjang tahun 2021 ini kinerja IHSG mengalami kenaikan 2,5 persen yang dipengaruhi oleh bangkitnya optimisme pasar dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Pada 2021 level tertinggi IHSG terjadi pada 13 Januari yakni 6.435 atau naik 7,6 persen dibandingkan akhir tahun 2020 bertepatan dengan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Selama 2021, pasar modal Indonesia berhasil memfasilitasi 28 perusahaan tercatat baru. Secara total, perusahaan terbuka yang bisa menjadi pilihan investor mencapai 740 perusahaan. Ini pencapaian tertinggi di ASEAN selama 4 tahun berturut turut. []

Leave a Comment