Kuartal II/2021, MAPA Tumbuh 35% dan Catatkan Pendapatan Tertinggi Sejak Covid-19

PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang tinggi walaupun berada di tengah pandemi Covid-19. Laporan keuangan MAPA pada kuartal II tahun 2021 menunjukkan bahwa pendapatan perusahaan tumbuh sebesar 35,12 persen menjadi Rp 2,87 triliun.

Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 2,12 triliun. Direktur Utama MAPA, Michael David Capper mengatakan, perseroan mencatatkan pendapatan tertinggi sejak awal terjadi pandemi Covid-19.

“Pertumbuhan kuartal ini (kuartal II/2021) didorong oleh strategi unified retail dan tingginya penjualan selama musim lebaran sehingga seluruh segmen perseroan mengalami pertumbuhan,” kata dia sebagaimana dilansir dari Ipotnews mengutip Bisnis, Jumat (20/8).

Perseroan yang menjual segmen Sport, Kids, dan Leisure itu menyediakan berbagai gerai dengan tipe-tipe yang berbeda yang kemudian diharapkan akan memberikan potensi maksimal untuk merek dagang agar semakin tumbuh. Hal ini tidak lain adalah untuk memuaskan setiap tipe pelanggan yang berbeda-beda.

Perseroan memiliki empat tipe gerai yaitu sports, golf, leisure, dan kids. Namun sejak awal pandemi Covid-19, gaya hidup sehat menjadi tren. Sehingga perusahaan mengembangkan tipe gerai run and trail.

“Kami kini membuat kategori khusus untuk run and trail karena dari awal pandemi Covid-19, kegiatan lari maupun jogging menjadi platform yang lebih besar,” kata Michael.

Karena kian banyak orang yang berolahraga saat ini, perseroan harus memastikan untuk memegang kuat area tersebut. MAPA juga telah memperkirakan area itu akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, platform digital perseroan juga mengalami pertumbuhan hingga 20 persen dari tahun ke tahun.

Tercatat pada penjualan semester I tahun 2021, penjualan digital berkontribusi sebesar 12,5 persen dari penjualan.

Pada semester ini, perseroan juga mampu membalikkan rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 83,78 miliar menjadi laba sebanyak Rp 104,24 miliar pada semester I tahun 2021.

MAPA juga memiliki banyak peluang untuk tumbuh termasuk dalam mengembangkan bisnis di pasar ASEAN. Ini merujuk pada empat poin, yaitu proyeksi pertumbuhan PDB yang cepat untuk ASEAN, adanya 500 juta lebih populasi penduduk, 400 juta lebih pengguna smartphone, dan aspek kesehatan dan kebugaran yang kini menjadi prioritas untuk semua kalangan. []

Leave a Comment