Mengenal Apa itu Holochain (HOT): Post Blockchain di Dunia Kripto?

VINANSIA.COM — Nama mata uang kripto Holo (HOT) memang tidak sepopuler Bitcoin maupun Ethereum di dunia cryptocurrency. Namun, harga mata uang kripto Holo (HOT) (dalam dolar) meroket signifikan dengan lonjakan mencapai 2.000% sejak awal Februari 2021 lalu.

Kenaikan tersebut menjadi langkah besar bagi Holo, karena sebelumnya perdagangan Holo terbilang flat.

Saat ini, Minggu per 12 April 2021, harga HOT berada di angka Rp 200-300 dengan fluktasi yang terus terjadi dalam rentang harga tersebut. Jika Anda ingin membeli mata uang HOT, ada baiknya terlebih dulu mengenal lebih dalam kripto Holo alias HOT.

BACA JUGA:

Apa itu Holo (HOT)?

Kripto Holo berada di bawah naungan Holo Limited dengan teknologinya bernama Holochain.

Holo Limited baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah diberikan paten di Amerika Serikat (AS) dalam kerangka kerja aplikasi terdistribusi Holochain di mana ini menjadi langkah besar ke depannya untuk pengembangan web P2P.

Salah satu keuntungan terbesar yang dimiliki Holo adalah jaringannya yang tidak bergantung pada cryptominers atau buku besar (ledger) transaksi global untuk validasi.

Jadi, HOT menggunakan sistem Holochain, bukan Blockhain. Keuntungannya adalah, transaksi dicatat pada node user secara individu sehingga ini transaksi menjadi lebih cepat dan meningkatkan skalabilitas umum jaringan.

Aplikasi yang digunakan oleh Holochain tidak memerlukan perantara. Itu artinya, setiap user punya kontrol penuh atas datanya sendiri.

Untuk diketahui, Holochain sendiri adalah proyek open-source. Lalu mengapa Holo Limited memutuskan untuk mengajukan paten? Pencipta Holo alias Hot mengatakan, langkahnya mengajukan paten bersifat defensif. Pencipta Holo memang bersedia berbagi teknologinya yang inovatif dengan orang lain.

Tetapi, harus dalam konteks kerangka kerja open-source Holochain untuk memastikan perlindungan bagi setiap user.

“Paten melindungi bagaimana inovasi dapat digunakan. Dalam kasus kami, paten ini dimaksudkan untuk melindungi proyek sumber terbuka Holochain dari troll yang dapat mengajukan paten atas inovasi teknis kami dan kemudian menggunakannya untuk mencegah kami menerapkannya. Paten juga merupakan komponen penting dari Lisensi Otonomi Kriptografi. Lisensi hanya kuat karena terkait dengan hukum IP yang menjadi dasarnya. Memiliki paten ini memastikan CAL dapat diberlakukan sepenuhnya, yang berarti akan melindungi hak pengguna akhir untuk memiliki kedaulatan atas data mereka,” kata Van Lindberg, yang diketahui sebagai konsultan hukum Holochain, dan lawyer yang bekerja untuk Taylor English, dilansir dari laman capital.com.

Holochain, Inovasi di Balik Holo

Holo adalah pasar dan jaringan hosting cloud terdistribusi, yang memungkinkan pengguna web menggunakan aplikasi Holochain peer-to-peer. Sistem ini berlaku untuk aplikasi hosting seperti yang dilakukan Airbnb pada hotel.

Sistem itu juga memungkinkan siapa saja yang memiliki komputer untuk menjadi host aplikasi dan menerima pembayaran untuk meng-hosting aplikasi yang didistribusikan.

Holochain mengalami peningkatan adopsi baru-baru ini, sehingga pasar pun menyambut sejumlah aplikasi Holochain baru (hApps).

Kerangka kerja Holochain dirancang untuk memberi alternatif yang lebih murah dan skalable kepada para pengembang app ketimbang blockchain tradisional.

Platform tersebut menawarkan harga yang lebih rendah, tidak menggunakan algoritma tradisional, dan memastikan penyelesaian transaksi secara instan karena didukung Distributed Hash Table (DHT).

Visi Holochain

Bertujuan membangun internet yang lebih manusiawi dan meminimalkan kontrol perusahaan. Holochain berfungsi membuat setiap orang memiliki kontrol atas data mereka sendiri.

Dan pada saat yang sama, Holochain menghubungkan dan membuat orang-orang bisa bertransaksi dengan aplikasi yang memenuhi kebutuhan host (pengendali) aplikasi tanpa kontrol dari entitas terpusat.

Holochain diklaim sebagai teknologi post-blockchain yang tidak memerlukan penambangan atau penguncian. Energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan token Holo tergolong kecil dibandingkan dengan blockchain.

Platform Holochain menekankan pada rantai sumber individu dengan node independen yang divalidasi antara satu dengan yang lain. Hal inilah yang memungkinkan host untuk mengoperasikan banyak node penuh, bahkan pada perangkat seluler.

Karena itu, Holochain adalah solusi yang ramah lingkungan bila dibandingkan blockchain tradisional. Tidak ada komponen penambangan yang terlibat dalam Holochain. Selain itu, penggunaan listrik yang minimal menjadikan Holochain sebagai solusi yang ramah lingkungan.

Platform Holochain secara bertahap mendapatkan pengakuan di seluruh industri, dan koin Holo (HOT) mencapai level tertinggi sepanjang masa di 0,0315 dolar pada 5 April 2021 menurut CoinMarketCap. Akankah harga Holochain naik lebih lanjut pada akhir 2021? Itulah tadi analisis fundamentalnya.

Selain itu, informasi penting yang juga perlu diketahui yaitu koin kripto Holo mulai ditawarkan pada April 2018 dengan 177,6 miliar koin HOT yang dicetak. Dari jumlah itu, 75% atau 133,2 miliar dialokasikan untuk penjualan publik dan 25% atau 44,4 miliar disimpan untuk perusahaan dan timnya.

Rencana Ciptakan HaloFuel

Perusahaan pencipta Holo pun merencanakan token HOT akan ditukar dengan rasio satu banding satu (1:1) untuk mendapatkan token HoloFuel. HoloFuel sendiri dalam rencana tersebut, dirancang tidak memiliki batas pasokan sehingga dikontrol secara algoritma, berkembang dan menyusut sesuai permintaan.

Holo meyakini, rencana ini akan membantu membuat harga tokennya relatif stabil daripada tunduk pada perubahan harga yang liar. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *