HIPMI Cimahi Upayakan Berkontribusi dalam Penanganan Krisis Pangan

HIPMI Cimahi
HIPMI berupaya berkontribusi dalam penanganan krisis pangan.

CIMAHI, VINANSIA.COM — Krisis pangan menjadi ancaman saat ini, bahkan hingga tahun depan. HIPMI pun bersiap melakukan serangkaian mitigasi agar krisis tersebut tidak menular ke sisi perekonomian.

Termasuk yang akan dilakukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cimahi yang berencana akan membuka operasi pasar murah untuk pangan seperti beras dan minyak goreng.

“Kita ini ketahanan pangan paling problem. Kebetulan nanti akan diadakan pasar murah untuk beras dan minyak goreng,” kata Ketua BPC HIPMI Kota Cimahi terpilih, M Firaldi Akbar saat ditemui di Baros, Kota Cimahi pada Rabu (28/9).

Ia mengungkapkan, dalam operasi pasar murah nanti pihaknya yang bekerja sama dengan Pemkot Cimahi beserta pengusaha akan menyiapkan 1.000 ton beras dan puluhan ton minyak goreng.

“Nanti kita adakan di setiap kecamatan dan kelurahan. Tahun ini kita targetkan di 100 titik,” ucap Firaldi.

Ketua Bidang 2 BPD HIPMI Jawa Barat Fardi Nurdiansyah Anafi mengatakan, potensi krisis sebagai dampak dari resesi global tahun depan menjadi peringatan bagi para pengusaha untuk menyiapkan mitigasi agar tidak terdampak.

“Apalagi di tahun 2023 ada potensi krisis impact dari krisis keuangan negara global, jadi ber-impact juga ke Indonesia sehingga kita berharap Cimahi menciptakan cara dalam membangun perekonomiannya sendiri,” kata Fardi.

Untuk menghindari ancaman krisis tersebut, kata dia, semua pihak harus bersinergi. Dimana pemerintah harus memberikan kemudahan izin bagi para pengusaha hingga ikut memasarkan produk lokal baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Semuanya harus bersinergi. Pemerintah harus membantu temen-temen untuk mempermudah perizinan, membantu juga memasarkan produk kita baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kemudian masyaraktanya sendiri juga harus memaksa untuk membeli produk dalam negeri,” jelas Fardi.

Dirinya melanjutkan, para pengusaha sendiri saat ini harus memaksakan diri untuk tetap optimis meskipun perekonomiannya belum pulih sepenuhnya usai dihantam pandemi COVID-19. Ditambah konflik di negara lain yang juga berdampak terhadap Indonesia.

“Kita berharap apapun kondisi yang akan terjadi ke depan pengusaha tetap optimis. Salah satunya bagaimana caranya produk-produk yang diciptakan oleh pengusaha-pengusaha lokal itu semaksimal mungkin dikonsumsi oleh masyarakat,” pungkasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *