Emas Bukan untuk Investasi, Ini Alasannya

emas perhiasan

VINANSIA.COM — Masih banyak yang salah kaprah tentang emas. Selama ini emas dianggap sebagai instrumen investasi. Lantas apakah benar demikian?

Sejatinya emas bukanlah sarana investasi dan tidak tepat bagi kamu untuk berinvestasi dengan emas. Mengapa? Apa saja alasannya? Tenang saya akan jelaskan alasannya di artikel ini. Jadi simak baik baik ya.

Bagi banyak orang, emas adalah sarana yang mudah dibeli dan mudah dijual. Ketika ada duit, maka biasanya akan dibelanjakan ke emas dengan niat untuk investasi. Kemudian jika lagi gak ada uang, maka akan jual emas itu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Tetapi sebenarnya emas sebagai investasi adalah hal yang salah kaprah. Ini alasannya:

Emas Bukan Investasi

Emas merupakan logam mulia yang hakikatnya memiliki nilai tetap dan stabil dari zaman purba kala sampai saat ini. Nilainya sejak zaman dulu sampai sekarang tidak pernah berubah.

Hal itu dapat dilihat dari nilai barter emas dengan benda lain dari tahun yang berbeda. Ingat ya, pembandingnya bukan uang, sebab nilai uang selalu menurun setiap tahunnya, apalagi Rupiah.

Berdasarkan keterangan dari salah satu sahabat Rasulullah SAW, pada masa kenabian, satu dinar bisa dipakai untuk membeli satu ekor domba. Jika dikonversi ke perhitungan saat ini, nilai barter tersebut sepertinya masih berlaku.

Pada Senin, 26 Juni 2023, harga satu dinar atau setara dengan 4,25 gram emas dibandrol sekitar Rp4 jutaan. Angka tersebut tentunya sangat pas jika digunakan untuk membeli satu ekor domba pada 2023 di Indonesia.

Itu adalah salah satu bukti bahwa nilai emas tetap sama dari masa ke masa. Sementara nilai uang terus turun dari tahun ke tahun.

Nilai Emas Tetap Sama

Nilai emas tetap sama, sedangkan nilai uang terus turun. Karena nilai yang yang terus turun itulah, yang membuat harga emas terasa semakin mahal dari hari ke hari.

Jika harga emas mengalami beberapa kali penurunan dalam sepekan, hal tersebut tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kenaikannya selama rentang waktu satu tahun.

Dengan demikian, peran emas yaitu untuk menjaga nilai aset yang kita miliki. Bukan malah mengembangkan nilai aset yang sudah kita punya.

Emas Tidak Cocok untuk Tabungan Jangka Pendek

Seperti dilansir Genpop Republika, kenyataan terkait emas ini memang tampak seperti ilusi. Jadi kamu harus sadar secepatnya. Pasalnya emas memiliki karakteristik tersendiri yang tidak cocok kamu pilih sebagai instrumen tabungan jangka pendek.

Emas hanya cocok dijadikan sebagai tabungan jangka panjang. Lebih panjang masa tabungannya maka akan lebih baik. Jadi jika kamu berpikir untuk menjual emas-emasmu untuk keperluan yang tidak begitu penting, urungkanlah secepat mungkin. Lalu cari solusi keuangan lain.

Namun jika kondisinya sudah mentok dan mengharuskan kamu menjual seluruh emas yang kamu miliki, mau tidak mau kamu harus rela melepasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *