7 Ciri Developer Perumahan di Bandung yang Patut Diwaspadai

Setiap orang di Bandung tentu ingin memiliki rumah idaman yang nyaman sebagai tempat tinggal. Maka sekarang ini banyak orang yang mencari perumahan di Bandung, baik itu warga Bandung maupun yang berasal dari luar Bandung.

Sebagian dari mereka pun membeli rumah dengan cara kredit atau mengangsur dari 10 hingga 20 tahun dengan mengikuti program kredit perumahan rakyat atau KPR yang dimiliki perbankan.

BACA JUGA:  6 Ciri Developer Nakal

Saat ingin memiliki satu unit rumah di perumahan di Bandung, tentu Anda akan menggali info perumahan tersebut melalui internet, kerabat, ataupun baliho banner yang terpampang di pinggir jalan.

Setelah itu Anda akan melakukan survei ke perumahan di Bandung berdasarkan informasi yang didapat. Sesampainya di perumahan tersebut, Anda akan berhubungan dengan marketing developer atau pengembang perumahan tersebut.

Dalam keadaan itulah, Anda perlu mengetahui mana developer profesional yang penuh tanggungjawab, dan mana developer nakal di Bandung yang hanya mengumbar janji tanpa realisasi. Ini penting untuk Anda ketahui, agar tidak kecewa di kemudian hari.

Berikut ini, tim vinansia.com akan memaparkan ciri-ciri developer perumahan di Bandung yang patut Anda waspadai. Hal ini berdasarkan pengalaman rekan kami saat membeli rumah di Bandung.

1. Tidak Memiliki Website Resmi

Developer atau pengembang perumahan yang profesional tentu memiliki website resmi. Developer yang serius dan sejak awal berniat memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada calon pembeli, tentu akan berpikir tentang pentingnya sebuah website resmi.

Sebab sekarang ini, di era digital, website sudah menjadi identitas dari sebuah perusahaan. Melalui website, Anda akan mengetahui gambaran yang menyeluruh tentang unit rumah yang dijual developer dan identitas lengkap developer yang membangun. Ingat, developer profesional tidak akan menyembunyikan identitasnya.

Di Bandung, sangat banyak developer yang membangun perumahan. Namun mereka biasanya hanya mencantumkan perusahaan tanpa ada keinginan untuk bersikap transparan atas informasi lengkap perusahaannya.

Alhasil, tak sedikit developer yang menyembunyikan identitas lengkapnya sehingga informasi lengkap tentang mereka sulit ditemukan di internet. Developer seperti inilah yang patut Anda waspadai.

Maka tak ada salahnya, jika Anda bertanya secara mendalam kepada pihak developer mengenai seluk-beluk perusahaan di dunia properti, seperti pengalaman mereka membangun perumahan, siapa ownernya, dan di mana kantor resminya.

2. Masih Berbadan Hukum CV, bukan PT

Jika developer perumahan diketahui masih berbadan hukum CV, maka developer tersebut patut Anda waspadai. Status badan hukum yang masih berupa CV menunjukkan level yang rendah di bawah PT, sehingga memungkinkan terjadinya permasalahan yang bisa bikin Anda kecewa.

Logikanya begini, “Yang PT saja bisa membuat kita kecewa, bagaimana yang CV?”

Kalau pun status badan hukum developer tersebut sudah berbentuk PT, maka harus dipastikan lagi, apakah nama PT itu hasil pinjam bendera dari orang lain? Sebab, tidak menutup kemungkinan developer itu hanya “meminjam bendera PT” dari orang lain.

Karena itu, di sinilah pentingnya keterbukaan dan transparansi perusahaan seperti yang telah dijelaskan di nomor 1.

3. Kondisi Jalan di Perumahan Masih Jelek

Nomor tiga ini mungkin yang paling mudah untuk dilihat dan dinilai apakah developer yang bersangkutan profesional atau tidak. Jika Anda survei ke sebuah perumahan, lalu jalan di perumahan tersebut masih jelek atau masih belum dibangun, maka developer ini patut diwaspadai.

Ingat, developer yang profesional adalah yang terlebih dulu membangun jalan yang mulus sebelum mendirikan unit-unit rumah. Namun di sejumlah daerah di wilayah Bandung, masih banyak developer nakal yang mendahulukan pembangunan unit rumah dan mengabaikan pembangunan jalan.

Ingat sekali lagi, pengembang perumahan yang terpercaya dan profesional adalah yang mendahulukan pembangunan jalan, baru kemudian membangun unit rumah. Jangan terbalik.

Karena umumnya, jika unit rumah yang didahulukan dan pembangunan jalan diabaikan, maka developer yang bersangkutan berpotensi kabur ketika semua kavling sudah laku. Ciri developer seperti inilah yang patut Anda waspadai karena mereka tidak mau bertanggungjawab.

Salah satu contoh developer perumahan di Bandung yang tidak bertanggungjawab adalah PT EBSA MASA, dengan pembangunan perumahan yang berlokasi di Cikoneng Bojongsoang Kabupaten Bandung.

4. Tidak Punya Kantor Tetap

Developer yang terpercaya, jujur dan profesional adalah yang punya kantor tetap dan tidak berpindah-pindah. Jika Anda menemukan developer yang suka berpindah-pindah kantor, kemungkinan besar itu karena mereka menganggap kantor hanyalah formalitas dan bukan hal penting.

Sehingga suatu saat, jika Anda menemukan masalah dalam proses pembangunan, developer dengan ciri seperti ini akan mudah kabur dengan jejak yang sulit ditelusuri. Maka, pastikan dengan mengunjungi langsung kantor resminya, dan pastikan apakah alamat kantor tersebut sesuai dengan akta notaris pendirian PT yang bersangkutan.

Tak ada salahnya, jika Anda meminta kepada pihak developer untuk diperlihatkan akta pendirian PT karena di situlah tercantum alamat resmi kantornya.

5. Kekecewaan dari Pembeli Unit Rumah

Bila Anda ingin membeli rumah di sebuah perumahan di Bandung, maka Anda harus menggali informasi dari warga yang telah menempati perumahan tersebut.

Buat obrolan yang santai dengan warga yang telah memberi rumah di perumahan itu, sambil menggali informasi tentang permasalahan yang mereka alami dalam proses pembangunan rumah.

Jika mereka mengungkapkan kekecewaan atas kinerja developer, maka Anda harus mewaspadai developer tersebut. Ingat, ini beli rumah, bukan beli cengek.

6. Berita Negatif terkait Developer

Anda juga googling apakah ada berita negatif yang berkaitan dengan developer perumahan yang ingin Anda beli. Selain itu juga apakah ada berita negatif yang menyangkut owner atau pemilik atau jajaran direksi pimpinan developer tersebut.

Cara mengeceknya yaitu dengan mengetik nama lengkap developer perumahan. Kemudian, bila ada berita buruk terkait developer tersebut yang muncul di website media online, maka Anda harus mewaspadainya.

7. Tidak Punya Portofolio yang Jelas

Bila ingin beli rumah KPR, pastikan dengan sangat cermat portofolio atau pengalaman developer dalam membangun perumahan. Anda bisa tanyakan langsung kepada marketing pengembangnya atau melalui website. Jika kesulitan mencari informasi soal portofolio itu, maka sudah jelas, developer tersebut patut diwaspadai.

Membeli rumah KPR harus betul-betul sangat cermat sebelum memasuki momen akad pembelian rumah yang dihadiri pihak bank dan developer.

Sebab biasanya, berdasarkan pengalaman saya pribadi, kalau sudah masuk akad, Anda tetap tergerak meneruskan pembelian rumah dengan KPR walaupun sebetulnya Anda tahu ada permasalahan yang menyelimuti tubuh developer.

Karena itu, jangan percaya omongan marketing perumahan kalau tak ingin jadi korban marketing. []

Leave a Comment