Analisis Terlengkap Pergerakan dan Prospek Bitcoin pada April 2021

Bitcoin
Bitcoin

Halo sobat vinansia, kali ini kami akan mengulas soal prospek mata uang kripto pada bulan April 2021 ini. Artikel ini akan memberi gambaran mengenai bagaimana prospek sejumlah koin cryptocurrency yang patut Anda simak agar tidak mengalami kerugian dan menciptakan keuntungan.

Pada awal April 2021, bullish mewarnai beberapa koin mata uang kripto termasuk Bitcoin. Dalam catatan sejarah, April adalah bulan yang cemerlang bagi koin Bitcoin (BTC), meksipun, di bulan ini sendiri, Bitcoin dominance menunjukkan penurunan.

BACA JUGA: Analisis Fundamental Harga Bitcoin Bulan April 2021

Tren Bitcoin tengah berada di zona sideways pada tanggal 4 April 2021. Jika dilihat dari tanggal 1 April, menunjukkan bahwa Bitcoin hanya mampu mengejar resistensi di harga US$ 60 ribu. Selebihnya, grafik Bitcoin terkesan mengambang.

Tercatat, selama tiga hari ini harga Bitcoin mengalami koreksi yang tipis ke harga US$57.168. Namun, pergerakan setelahnya masih berkutat di harga US$ 58-59 ribu.

Lantas bagaimana prospek dan analisa pergerakan Bitcoin di bulan April?

Berikut ini penjelasan beberapa praktisi dunia dalam memberikan pendapatnya soal prospek sejumlah mata uang kripto di bulan April ini.

Dalam data olahan Portalkripto disebutkan, April kerap menjadi bulan yang baik bagi mata uang kripto terbesar di dunia ini. Sejak tahun 2011 hingga 2020, persentase pengembalian atau keuntungan Bitcoin di bulan April selalu dominan di antara bulan-bulan yang lain.

April tahun 2011, merupakan momentum kenaikan harga Bitcoin paling tinggi, sebesar 346,09%.

Di April tahun ini, bisa saja Bitcoin kembali mengulang suksesnya. Sejumlah analis memprediksi bulan April ini akan menjadi momentum bagi Bitcoin untuk kembali menginjak harga tertingginya.

Berdasarkan analisa teknikal kami, mayor resistensi Bitcoin saat ini berada di harga Rp 886,456,753. Apabila berhasil menembus angka tersebut BTC bisa saja melanjutkan trennya untuk memperbesar harganya.

Lebih ekstrim lagi analisa dari CEO CoinCorner, Danny Scott, yang menyebutkan bahwa harga Bitcoin di bulan ini bisa saja menembus harga US$ 83.000 atau sekitar Rp 1,2 miliar. Menurutnya, selama 10 tahun ke belakang, bulan April memberikan keuntungan 51% bagi BTC.

“Law Average (hukum rata-rata) menunjukan harga #Bitcoin bisa mencapai harga $ 83.000 pada bulan April. Rata-rata lebih dari 10 tahun kebelakang di bulan April + 51%,” tulis Danny melalui akun Twitternya, pada 27 Maret 2021.

Analisis Fundamental

Secara fundamental, harga Bitcoin di bulan ini pun akan dipengaruhi oleh kemerosotan harga Dollar AS. Kemerosotan harga dollar ini dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya bakal terjadinya fenomena de-dolarisasi yang dilakukan Rusia.

Pemerintah Rusia telah menganjurkan kepada pemilik dolar di negaranya agar memindahkannya ke emas. Hal ini terkonfirmasi oleh analisis Holger Zschaepitz.

Melalui akun Twitternya, analis pasar di Welt ini menyebut pangsa dolar AS dari cadangan global menurun dengan cepat karena negara-negara seperti Rusia sedang mengejar strategi de-dolarisasi dan memilih emas.

“OOPS! Dolar merosot. Sementara bagian Dolar dari cadangan global pada awalnya meningkat pada awal pandemi, ia telah menurun & sekarang berada di hanya 59% —1.5pp penurunan QoQ & terendah sejak 1995. Sebagian dari penurunan karena depresiasi, tetapi juga karena penjualan USD aktif,” tulis Holger pada 3 April 2021.

Belajar pada kejadian awal-awal pandemi, ketika dalam kondisi seperti ini, sejumlah pemegang aset dollar akan memindahkan uang tunainya tersebut ke sejumlah sektor untuk menjadi pelindung nilainya.

Pada kuartal pertama 2020, banyak orang yang memindahkan aset mereka ke Bitcoin dan emas.

Sumber: portalkripto.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *