Alasan Mengapa Harus Investasi Emas: Cari Uang atau Untung?

Mengapa Anda perlu investasi emas? Judul di atas, cari uang atau cari untung, mungkin agak membingungkan Anda. Tapi bagi kami, uang dan untung perlu didefinisikan kembali agar muncul konsep baru tentang apa itu mencari uang dan apa itu mencari untung.

Karena saat ini sebenarnya masih banyak yang salah kaprah tentang pengertian menabung dan (mencari) untung. Sebab itulah, kita harus pandai-pandai memilih menabung apa dan menabung di mana untuk bisa mendapatkan untung. Bila Anda salah menentukan, yang terjadi justru malah buang-buang uang saja.

Dahulu orang-orang menyimpan uang di bawah bantal, ada juga yang menabung di celengan yang biasanya dilakukan anak-anak, termasuk saya sendiri. Tetapi semakin ke sini, menabung dianggap sia-sia karena justru malah tidak menguntungkan akibat inflasi.

Menabung juga dianggap tidak menguntungkan karena ada deposito dan investasi reksadana serta instrumen keuangan lainnya. Namun, yang patut dicatat adalah, semua instrumen keuangan mengandung risiko.

Lalu bagaimana konsep menabung yang aman dan menguntungkan?

Menabung mungkin hingga kini masih dikonsepkan sebagai suatu kegiatan menabung yang identik dengan menyimpan uang di bank. Jika Anda berpikir begini, maka pikiran Anda harus dirombak lagi.

Karena itulah, menabung harus didefinisikan sebagai “Menyimpan aset untuk mendapatkan keuntungan.” Nah, ingat, aset ini tidak selalu uang. Bisa emas, dan harta benda lain yang berharga.

Jadi, begitulah definisi menabung di sini. Sekarang, kita masuk ke definisi untung.

Apa itu untung?
Banyak orang yang menganggap untung berarti kita mendapatkan uang lebih. Contohnya, Anda menabung Rp 1.500.000. Kemudian uang ini bertambah menjadi Rp 1.530.000 sehingga didapatkan untung senilai Rp 30 ribu.

Pertanyaannya kemudian, apakah Rp 30 ribu itu adalah nilai yang sebenarnya? Jawabannya tidak.

Mengapa? Mari simak baik-baik perumpamaan yang sederhana ini. Dengan Rp 1.500.000, saat itu kita bisa membeli beras sebanyak 10 karung. Kemudian di tahun depan, meski memiliki uang lebih senilai Rp 1.530.000, beras yang bisa diperoleh setelah dibeli hanya 9 karung.

Kita untung atau rugi? Tentu kita rugi 1 karung.

Catat ini baik-baik: “Kesalahan cara pandang kita adalah ketika menganggap memperoleh untung dari bertambahnya nilai nominal, padahal keuntungan haruslah dihitung berdasarkan daya belinya.”

Setiap tahun terjadi inflasi (penurunan nilai uang) rata-rata 10% sedangkan bunga bank per tahun rata-rata 5%.

Maka dengan demikian, bila kita menabung di bank, setiap tahun sebenarnya daya beli kita turun 5%, sekalipun nominalnya naik 5%. Itu artinya, kita sebetulnya mengalami kerugian karena daya beli uang kita terhadap suatu komoditi merosot setiap tahun jika ditabung berupa uang.

Dalam konteks inilah, mari kita bandingkan jika menabung dengan emas. Setiap tahun emas naik rata-rata 25%. Jika uang Rp 1,5 juta tidak kita tabung ke bank atau tidak kita tabung dalam bentuk uang, tetapi kita memilih membeli emas, maka besar kemungkinan tahun depan harganya mengalami kenaikan.

Hebatnya, emas tersebut memiliki daya beli yang sama atau bahkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Maka, pertanyaan kemudian yaitu, apakah Anda ingin memperoleh nominal pada uang kertas yang terlihat sedikit lebih banyak, atau, emas batangan atau dinar yang terlihat nominalnya sama tapi daya belinya kian lama kian menanjak?

Anda tentunya memiliki kebijaksanaan dalam finansial sehingga punya jawaban yang tepat.

Misalnya dalam konteks pandemi Covid-19 sekarang ini. Bayangkan, pihak yang mendapat cuan tertinggi adalah mereka yang punya simpanan emas terbanyak, baik itu emas batangan atau koin dinar,

karena, kenaikannya di masa pandemi melonjak signifikan. Dari yang sebelumnya di angka Rp 600 ribuan per gram kini menjadi Rp 900 ribuan bahkan sempat menyentuh Rp 1 juta per gram.

Saya sendiri beli 5 gram emas batangan Antam dengan harga Rp 2,9 jutaan pada tahun 2017, dengan perhitungan per gramnya di angka sekitar Rp 590 ribu. Dan sekarang per gramnya di angka Rp 900 ribuan dan sempat menyentuh Rp 1 juta.

Bayangkan orang-orang yang memiliki simpanan emas yang banyak dan koin dinar, tentu mereka mendapat cuan yang besar. Namun, apakah tepat menjual emas sekarang ini atau di masa pandemi Covid-19?

Saya katakan, usahakan jangan menjualnya. Sebab, di waktu mendatang, Anda belum tentu punya kemampuan membeli emas dengan harga per gram yang naik signifikan (hampir 90%) seperti saat ini.

“Juallah jika sudah kepepet banget.”

[]

Leave a Comment