3 Pandangan Dunia terhadap Mata Uang Kripto

apa itu bitcoin

Mata uang kripto atau cryptocurrency atau juga mata uang digital seperti Bitcoin, Ethereum, hingga Dogecoin sekarang ini diincar banyak kalangan dari seluruh dunia. Alhasil, nilainya menjadi membengkak dasyat.

Hal itu menimbulkan rasa senang bagi sebagian orang, namun juga memicu kekhawatiran bagi pihak-pihak yang menentang keberadaan mata uang kripto tersebut. Terlebih, dunia kripto belum lama ini dikejutkan dengan kasus kriminal di Turki terkait penipuan cryptocurrency.

CEO Thodex, Fatih Faruk Ozer, platform transaksi mata uang kripto di Turki, tiba-tiba menghilang dan membawa aset investor senilai 2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp29,11 triliun. Ozer dikabarkan telah meninggalkan negara itu diam-diam.

Pada 23 April lalu, Thodex sempat memposting pernyataan di situsnya. Dia mengatakan platformnya akan ditutup 4-5 hari karena faktor investasi luar yang tidak bisa dikontrol.

Para nasabah pun mengajukan ribuan tuntutan pidana terhadap Thodex lantaran mereka tidak dapat mengakses akun ataupun menarik uang yang disimpan di perusahaan itu.

Jaksa di Istanbul, Turki, mengatakan Thodex telah merugikan banyak orang dan memerintahkan penyelidikan terhadap Ozer atas tuduhan penipuan yang terburuk dalam sejarah Turki dan mendirikan organisasi kriminal.

Pejabat keamanan Turki telah merilis foto Ozer yang sedang menjalani pemeriksaan paspor di bandara Istanbul saat hendak kabur ke lokasi yang tidak diketahui. Menurut laporan media lokal, pria 28 tahun itu telah terbang ke Albania atau Thailand.

Pengacara Abdullah Usame Ceran telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Ozer. Ia juga telah mengajukan banding kepada pihak berwenang untuk menyita aset platform, termasuk rekening bank, saham, dan kepemilikan.

Laporan tersebut menyatakan, Thodex memiliki 400 ribu anggota dan 391 ribu di antaranya aktif dalam perdagangan. Menurut laporan Coinmarketcap, volume perdagangan selama 24 jam di Thodex pada hari perdagangan terakhirnya adalah 538 juta dolar AS (Rp 7,8 triliun).

Namun, dalam situs Thodex, dirilis pernyataan yang membantah semua pemberitaan terkait penipuan itu. Thodex mengatakan pihaknya sedang melakukan penawaran rahasia.

“Ada bank dan lembaga pembiayaan yang terkenal secara global yang telah lama ingin berinvestasi di perusahaan kami dan mengajukan kemitraan untuk waktu yang lama, dan namanya akan kami umumkan ketika proses penawaran selesai. Untuk menyelesaikan proses ini, transaksi perlu dihentikan dan proses penjualan harus diselesaikan,” bunyi keterangan di situs Thodex.

Kantor berita Turki, HaberTurk, mengatakan, Thodex menghentikan perdagangan setelah melakukan kampanye promosi yang menjual Dogecoin dengan potongan harga, tetapi tidak mengizinkan investor untuk menjual.

Bank sentral Turki telah memperingatkan mata uang digital mengandung risiko signifikan dan telah memutuskan untuk melarang penggunaan mata uang kripto dalam pembayaran barang dan jasa mulai dari 30 April.

“Dompet kripto dapat dicuri atau digunakan secara tidak sah tanpa izin dari pemegangnya,” kata bank sentral pekan lalu, sebagaimana dilansir dari laman Republika.co.id.

Alhasil, otoritas Turki memperketat pengawasan pasar kripto. Tak hanya itu, peringatan bahaya bermain-main di mata uang kripto juga disampaikan tiga pelaku utama investasi dunia.

1. Bank of England: Investor Uang Kripto Harus Siap Kehilangan Semua Investasinya

Mata uang kripto dinilai tidak memiliki unsur intrinsik. Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengingatkan para investor untuk bersiap kehilangan semua uang mereka yang telah diinvestasikan di mata uang kripto ini.

Mata uang digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan bahkan Dogecoin telah melonjak pada 2021. Hal ini mengingatkan beberapa investor tentang gelembung kripto 2017, Bitcoin meledak menuju 20 ribu dolar AS, kemudian tenggelam ke level 3.122 dolar AS setahun selanjutnya.

“Cryptocurrency tidak memiliki nilai intrinsik,” ucap Bailey.

Komentar Bailey menggemakan peringatan serupa dari Otoritas Keuangan Inggris. Otoritas menyatakan berinvestasi dalam aset kripto atau investasi dan pinjaman yang terkait dengannya, umumnya melibatkan pengambilan risiko yang sangat tinggi bagi investor.

“Jika konsumen berinvestasi dalam jenis produk ini, mereka harus siap kehilangan semua uang mereka,” ucapnya.

Bailey telah lama menjadi skeptis terhadap mata uang kripto. Pada 2017, dia memperingatkan “Jika Anda ingin berinvestasi dalam Bitcoin, bersiaplah untuk kehilangan semua uang Anda.

Bitcoin naik lebih dari 90 persen tahun ini, sebagian berkat munculnya minat dari investor institusional dan pembeli korporat seperti Tesla.

Perusahaan mobil listrik itu membeli Bitcoin senilai 1,5 miliar dolar AS pada awal tahun ini, dan nilai kepemilikannya telah meningkat menjadi hampir 2,5 miliar dolar AS.

Para pendukung Bitcoin melihatnya sebagai penyimpan nilai yang mirip dengan emas karena pasokannya yang langka. Hanya 21 juta Bitcoin yang dapat dicetak. Kalangan yang skeptis melihat Bitcoin sebagai gelembung pasar yang menunggu untuk meledak.

Michael Hartnett, kepala strategi investasi di Bank of America Securities, mengatakan reli Bitcoin terlihat seperti induk dari semua gelembung. Sedangkan Stephen Isaacs dari Alvine Capital mengatakan tidak ada fundamental dengan produk ini.

Mata uang digital alternatif telah menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada Bitcoin. Ethereum, token asli dari blockchain Ethereum, telah melihat pengembalian lebih dari 360 persen tahun ini, sementara Dogecoin kripto yang diilhami meme naik 12.500 persen.

Analis mengaitkan kenaikan Dogecoin dengan tweet dari selebritas seperti Elon Musk dari Tesla dan Mark Cuban, serta investor ritel yang membeli token di aplikasi perdagangan bebas Robinhood.

2. Warren Buffett: Bitcoin Hanya Khayalan, Tidak Nyata

Investor legendaris dan CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett kembali melayangkan kritik pada mata uang digital Bitcoin. Kali ini Warren Buffett menyebutkan Bitcoin sebagai tidak nyata.

Ia menegaskan Bitcoin tidak memiliki nilai keunikan sama sekali dan pada dasarnya adalah khayalan.

Buffet mengaku bersimpati kepada mereka yang optimistis terhadap Bitcoin dan membeli cryptocurrency berkapitalisasi terbesar di dunia ini dengan harapan “akan mengubah hidup mereka.”

Padahal, kata dia, Bitcoin hanya menarik para penipu. Buffett telah lama menjadi kritikus cryptocurrency. Dia menyebut Bitcoin “racun tikus yang dikuadratkan,” menjelang pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway 2018.

Charlie Munger, investor miliarder dan wakil dari Berkshire Hathaway milik Warren Buffett, tidak berbasa-basi ketika harus menggambarkan perasaannya pada uang kripto.

Dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan Berkshire Hathaway yang disiarkan langsung pada hari Sabtu, Munger menjawab pertanyaan dari investor bersama dengan sesama miliardernya.

Sementara Buffett mengatakan dia akan dengan sengaja menghindari pertanyaan tentang apakah cryptocurrency adalah “emas buatan yang tidak berharga,” tanggapan Munger lebih langsung, dengan menyatakan bahwa penanya hanya “mengibarkan bendera merah pada banteng” dalam menyapanya.

“Tentu saja saya benci kesuksesan Bitcoin, dan saya tidak menyambut mata uang yang sangat berguna bagi penculik dan pemeras dan sebagainya. Seluruh perkembangan itu menjijikkan dan bertentangan dengan kepentingan peradaban.”

“Saya juga tidak suka memberikan beberapa miliar dan miliaran dolar tambahan kepada seseorang yang baru saja menemukan produk keuangan baru begitu saja,” lanjutnya.

Buffett mengakui, mungkin ada ratusan ribu orang yang menonton yang memiliki Bitcoin, dan hanya dua orang yang melakukan shorting koin, yang menyebabkan keengganannya untuk mengatakan sesuatu yang kasar pada crypto.

Namun, investor miliarder sebelumnya mengatakan “cryptocurrency pada dasarnya tidak memiliki nilai”.

3. Bill Gates: Anonimitas Uang Kripto Sangat Berbahaya

Pada 2018, miliarder Bill Gates pernah mengatakan bahwa cryptocurrency membunuh orang secara langsung. Hal ini karena Gates melihat mata uang digital seperti Bitcoin bisa digunakan untuk membeli obat-obatan seperti fentanil opioid sintetis.

Obat tersebut merupakan obat penghilang rasa sakit yang berbahaya karena sering disalahgunakan oleh pecandu narkoba. Dalam sesi tanya jawab di forum Reddit, Gates mengatakan bahwa anonimitas mata uang digital bisa saja berhubungan dengan pendanaan teroris dan pencucian uang.

Namun, beberapa orang mengkritik Bill Gates dan menganggap pendiri Microsoft ini kurang informasi tentang teknologi.

“Fitur utama mata uang kripto adalah anonimitas mereka. Saya rasa ini bukan hal yang baik. Kemampuan pemerintah untuk menemukan pencucian uang dan penggelapan pajak dan teroris pendanaan adalah hal yang baik,” ujar Gates.

“Saat ini, mata uang kripto digunakan untuk membeli fentanil dan obat-obatan lain sehingga ini adalah teknologi langka yang telah menyebabkan kematian dengan cara yang cukup langsung. Saya pikir gelombang spekulatif di sekitar ICO [penawaran koin awal] dan mata uang kripto sangat berisiko bagi mereka yang pergi lama,” lanjutnya.

Bill Gates khawatir penambangan Bitcoin berdampak terhadap iklim dan pemborosan energi di mana memakan banyak power supply. Kata Bill Gates, hal ini memberikan pengaruh buruh terhadap siklus energi. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *